Redaksi

Iklan

Kasubdit V Kamsus Dit Intelkam Polda Sumsel, Hadiri Diskusi Focus Group Discussion Strategi Pengawasan GPM

Palembang, matapubliknews.id — Ruang Orchid Meeting Room Hotel Airish Palembang menjadi saksi diskusi penuh semangat dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar untuk menyusun strategi pengawasan Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Selasa, 30 September 2025.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini, merupakan langkah strategis mendukung keberhasilan program Asta Cita yang tengah digalakkan.

Hadir dalam kesempatan ini para pemangku kepentingan dari berbagai instansi, antara lain Kasubdit V Kamsus Dit Intelkam Polda Sumsel AKBP Dudi Novery, SE., Satgas Pangan Dit Reskrimsus Kompol Ali Rojikin, perwakilan wartawan, serta tokoh penting dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Dinas Kominfo, Perum Bulog, UMKM, dan perangkat kecamatan.

Diskusi dibuka dengan suasana khidmat, ditandai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan paparan materi oleh para narasumber.

Ibu Pujiati dari Dinas Ketahanan Pangan menekankan pentingnya juknis GPM 2025 sebagai acuan pelaksanaan, serta perlunya koordinasi seluruh pihak demi tercapainya ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, dan pengendalian inflasi.

Bapak Subandi dari Bulog menjabarkan pelaksanaan penugasan SPHP yang sudah berjalan selama Juli hingga Desember 2025, namun mengingat masih adanya pasar yang belum mendapat pasokan, diperlukan sinergi lebih intensif antar instansi.

Sementara itu, Ibu Sri Masnun dari Dinas Perdagangan mengungkapkan peran sentral operasi pasar dan penggunaan media sosial untuk transparansi dan pengawasan program agar harga komoditas pokok tetap terjangkau.

Bapak Remond Andika mewakili Dinas Pertanian menyatakan bahwa media sosial efektif sebagai alat edukasi dan pemantauan, dan mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi demi penguatan program GPM.

Senada, Bapak Sepriandi dari Kominfo menggarisbawahi pentingnya kolaborasi digital untuk pengawasan yang partisipatif dan transparan.

Kompol Ali Rojikin dari Ditreskrimsus menambahkan bahwa, pengawasan terpadu dan penegakan aturan harga sangat vital, agar GPM mampu menekan harga pangan dan menjaga inflasi di Sumsel.

Setelah istirahat, diskusi kembali bergulir dengan sesi tanya jawab dan pengumpulan masukan, membuahkan output strategi pengawasan GPM yang lebih efektif dan berkelanjutan melalui pemanfaatan media sosial sebagai kanal utama pengawasan.

Acara ditutup pada pukul 14.00 WIB dengan optimisme tinggi dari seluruh peserta bahwa, langkah-langkah strategis ini akan semakin memperkokoh Gerakan Pangan Murah, demi memenuhi kebutuhan masyarakat Sumsel dengan harga terjangkau dan stabil.

Dengan adanya FGD ini, diharapkan program Asta Cita dapat berjalan maksimal, mendorong ketersediaan pangan, memudahkan akses harga murah, dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di Sumatera Selatan. (*)

Berita Lainnya

Rekomendasi Berita

Politik

Daerah

Kriminal