SIMPANG SENDER, matapubliknews.id – Suasana Pondok Pesantren Raudatul Qur’an, Kelurahan Simpang Sender, mendadak mencekam, Jumat pagi.
Seorang santri berinisial LK (14) ditemukan tak bernyawa di area kamar mandi pondok sekitar pukul 05.00 WIB. Peristiwa tragis ini sontak menggemparkan para santri, pengurus, hingga warga sekitar.
Korban yang diketahui berasal dari Desa Sipatuhu, Kecamatan Banding Agung, awalnya diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri menggunakan dasi sekolah.
Namun, di balik dugaan tersebut, muncul sejumlah pertanyaan yang memicu spekulasi di tengah masyarakat.
Dugaan Kejanggalan di TKP Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat aparat kepolisian tiba di lokasi, kondisi tempat kejadian perkara sudah berubah. Jasad korban disebut telah diturunkan dan berada di dalam ruangan pondok.
Lebih jauh lagi, jeratan yang melingkar di leher korban diketahui telah dilepaskan oleh sesama santri sebelum proses olah TKP dilakukan. Fakta ini menimbulkan tanda tanya besar.
Siapa yang memberi perintah menurunkan korban sebelum polisi datang?
Apakah prosedur penanganan sudah sesuai standar?
Adakah saksi yang melihat langsung detik-detik sebelum kejadian?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut kini menjadi sorotan warga. “Kami kaget dan tidak menyangka. Korban masih sangat muda. Harus ada penjelasan yang terang,” ujar seorang warga di sekitar lokasi.
Diketahui, Pondok Pesantren ini yang juga milik Kiyai Ali Fuad selaku Ketua MUI OKU Selatan hingga kini belum diketahui motif peristiwa tersebut.
Lantaran, pihak keluarga enggan diproses hukum. Tak hanya itu, bahkan pihak pondok pesantren mengecam agar peristiwa ini tidak diketahui oleh publik.

Sedangkan, Kiyai H. Ali Fuad Pimpinan Pesantren Roudlotul Qur’an melalui Gus Ahmad Rifa’i selaku pengasuh pesantren membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Benar ada, pada saat kejadian kita langsung lapor ke Polsek, Puskesmas, dan pihak keluarga, pihak keluarga sudah menerima tidak perlu diotopsi dan langsung dimakamkan,” ucapnya. Minggu 22 Februari 2026.
Tak hanya itu, kata dia. Pihak keluarga pun sudah membuat surat pernyataan menerima kenyataan tersebut.
“Keseharian anak itu terbilang ceria, tidak ada tanda-tanda kekerasan, bahkan kamis sore masih mengikuti kegiatan pengajian. Sementara untuk evakuasi korban para santri lainnya,” bebernya.
Sedangkan, Hipzon, S. K.M., Kepala Puskesmas Simpang Sender, OKU Selatan membenarkan peristiwa itu murni gantung diri, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pisik,” cetusnya. (*)


















