Redaksi

Iklan

Sinergi Polres OKU Selatan Dengan Ansor Banser Gelar Posko Mudik 2026, Untuk Amankan Mudik

OKU SELATAN, matapubliknews.id – Posko Mudik 2026 Ansor Banser Presisi di Kabupaten OKU Selatan, resmi diinisiasi sebagai bentuk tindak lanjut arahan Kapolda Sumatera Selatan. Senin 16 Maret 2026.

Tujuan utama pendirian posko ini adalah, untuk membantu menciptakan perjalanan mudik dan balik yang aman, nyaman, serta terjamin kenyamanannya bagi seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M.

Kerja sama ini melibatkan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dengan organisasi kemasyarakatan GP Ansor dan Banser, yang berperan aktif dalam mendukung pelayanan yang diberikan oleh Polri pada momen arus mudik tahun ini.

Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K., secara langsung menginstruksikan pelaksanaan koordinasi untuk pembuatan posko tersebut.

Pelaksanaan koordinasi dan tahapan pembangunan posko dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 14 Maret 2026, tepat pada pukul 13.00 WIB.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam Polres OKU Selatan, AKP Arie Gusman, S.E., M.M., bersama dengan sejumlah anggota kepolisian serta perwakilan dari pihak terkait.

Lokasi posko dipilih secara strategis di Simpang Tiga Tugu Monpera, Kelurahan Pasar Simpang Sender, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Kabupaten OKU Selatan.

AKP Arie Gusman menjelaskan bahwa, pemilihan lokasi ini memperhatikan aksesibilitas, dan posisinya yang berada di jalur yang sering dilalui oleh masyarakat, yang melakukan perjalanan mudik maupun wisatawan yang akan mengunjungi objek wisata Danau Ranau.

Posko Mudik 2026 Ansor Banser Presisi, menjadi bagian integral dari pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat “KETUPAT MUSI 2026”.

“Operasi ini merupakan program utama Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, untuk mengamankan dan memberikan pelayanan optimal selama periode arus mudik dan balik Idul Fitri,” AKP Arie Gusman Kasat Intelkam Polres OKU Selatan.

Melalui posko ini, berbagai bentuk bantuan dan pelayanan dapat diberikan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Jumlah dan jenis personel yang ditempatkan di posko telah ditetapkan secara jelas untuk memastikan pelayanan yang komprehensif, antara lain:

1. Personel Polri: 4 orang – bertugas mengatur lalu lintas, memberikan informasi rute aman, serta menangani segala bentuk masalah yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban.

2. Banser: 10 orang – membantu dalam pengaturan antrian kendaraan, memberikan bantuan fisik kepada masyarakat yang membutuhkan, serta mendukung tugas personel Polri dalam menjaga ketertiban.

3. GP Ansor: 5 orang – bertanggung jawab dalam koordinasi dengan masyarakat lokal, memberikan informasi terkait fasilitas sekitar, serta membantu dalam penyebaran materi edukasi tentang keselamatan berkendara.

4. Dinas Kesehatan (Dinkes): 6 orang – menyediakan pelayanan kesehatan dasar seperti pertolongan pertama, pemeriksaan kesehatan ringan, serta menyediakan obat-obatan esensial bagi yang membutuhkan.

“Pelayanan di posko akan dilakukan dengan sistem 2 regu, di mana setiap regu akan bergantian dalam memberikan layanan sesuai dengan kondisi arus lalu lintas,” ungkapnya.

Pengaturan regu ini disesuaikan dengan intensitas pergerakan kendaraan, baik untuk perjalanan mudik maupun untuk kunjungan ke objek wisata Danau Ranau.

Durasi operasional posko ditetapkan selama 10 hari, mulai dari H-5 hingga H+5 Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M. Jangka waktu ini dirancang untuk mencakup seluruh periode puncak arus mudik sebelum Idul Fitri dan arus balik setelah hari raya. (*)

Berita Lainnya

Rekomendasi Berita

Politik

Daerah

Kriminal