MUARADUA, matapubliknews.id – Sebuah gebrakan digital hadir di OKU Selatan! Polres OKU Selatan menggelar acara spektakuler Launching Proposal Konsep Desa Sadar Digital (DSD) yang mengusung kemajuan dan keamanan dunia maya bagi seluruh warga Kabupaten OKU Selatan.
Polres OKU Selatan secara resmi meluncurkan Proposal Konsep Desa Sadar Digital (DSD), di Gedung Aula Sertu Pol Anumerta Hadinata Polres OKU Selatan.
Acara berlangsung mulai pukul 09.30 WIB, dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari unsur Pemerintah, Kepolisian, TNI, hingga masyarakat. Selasa 7 April 2026.

Kehadiran berbagai lapisan para tamu undang yang turut ini, menandakan dukungan luas terhadap inisiatif digitalisasi di wilayah tersebut.
Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K., membuka acara dengan semangat optimisme. Ia didampingi Wakapolres Kompol Hendro Suwarno, S.H., dan para PJU Polres.
Dalam sambutannya, Kapolres menekankan urgensi adaptasi teknologi digital sebagai langkah maju yang harus diikuti oleh seluruh elemen masyarakat, dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin bergerak cepat ke arah digitalisasi.

Salah satu momen penting dalam acara itu adalah, pemasangan rompi khusus kepada para siswa-siswi dari sekolah menengah atas (SMA) se-Kecamatan di Kabupaten OKU Selatan yang tergabung dalam Tim Desa Sadar Digital.
Kapolres bersama Wakapolres dan pejabat terkait secara langsung memberikan rompi, sebagai simbol pengabdian dan peran generasi muda dalam mengawal program digital ini.
Ketua Pelaksana, Kasat Reskrim Polres OKU Selatan AKP Aston L. Sinaga, S.H., M.H., menyatakan, Kita berada di era digital modern yang penuh peluang sekaligus tantangan.
“Terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang mendukung gagasan ini. Digitalisasi memudahkan akses komunikasi dan mempererat hubungan semua elemen masyarakat di Bumi Serasan Seandanan.”
Selain fokus pada digitalisasi, Kapolres juga mengingatkan hal penting terkait keamanan di dunia maya. Ia memberikan peringatan tegas agar masyarakat berhati-hati terhadap praktik penipuan digital, khususnya yang berkaitan dengan transaksi perbankan.
“Jangan mudah percaya link atau tautan bank yang muncul di mesin pencari Google tanpa memastikan keasliannya. Modus penipuan ini seringkali mengakibatkan saldo rekening hilang tanpa jejak. Lebih baik melakukan transaksi melalui kanal resmi yang sudah diketahui keamanannya,” tegas Kapolres.
Peringatan ini, disampaikan sebagai bagian dari pengenalan Desa Sadar Digital yang tidak hanya bertujuan mempermudah akses informasi,dan komunikasi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman siber yang semakin canggih.
Proposal Desa Sadar Digital ini mengusung konsep desa yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk pengelolaan administrasi, komunikasi, pelayanan publik, hingga edukasi masyarakat secara efektif dan aman.
Inisiatif ini juga, bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan pemanfaatan internet, dan teknologi informasi di seluruh lini kehidupan Kabupaten OKU Selatan.
Diharapkan melalui program ini, jaringan komunikasi di desa-desa akan semakin terintegrasi dan mempercepat pertukaran informasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat umum.
Selain itu, program DSD diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital lokal dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kapolres menutup sambutannya dengan harapan besar agar seluruh unsur pemerintahan, masyarakat, dan siswa-siswi sebagai generasi penerus dapat bersinergi untuk menjadikan Desa Sadar Digital, sebagai pusat inovasi dan keamanan digital di OKU Selatan.
“Kita bersama-sama melangkah ke era baru digital dengan penuh kesiapan, kewaspadaan, dan optimisme bahwa teknologi adalah alat pemberdayaan yang akan membawa manfaat berkelanjutan untuk kemajuan daerah,” pungkasnya. (*)



















