Redaksi

Iklan

Warga Gotong Royong Buat Jembatan Darurat, Usai Sebagian Jembatan Teriti Amblas Akibat Banjir Bandang

MEKAKAU ILIR, matapubliknews.id – Warga Desa Teluk Agung dan Desa Air Baru, Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten OKU Selatan, melakukan gotong royong untuk membangun jembatan alternatif sementara pasca amblasnya sebagian dari Jembatan Teriti, penghubung utama antara kedua desa tersebut.

Peristiwa ini terjadi, setelah hujan deras yang melanda wilayah Desa Teluk Agung dan sekitarnya, akibatnya menyebabkan banjir bandang yang mengikis sebagian struktur jembatan. Rabu 13 Mei 2026.

Sebagian jembatan Teriti mengalami kerusakan berat, akibat intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari di wilayah tersebut.

Banjir bandang yang terjadi menyebabkan aliran sungai semakin deras dan menghantam sebagian pondasi jembatan, sehingga sebagian struktur jembatan amblas dan tidak dapat dilalui kendaraan. Kondisi ini mengakibatkan akses transportasi antara Desa Teluk Agung dan Desa Air Baru terganggu.

Menanggapi situasi ini, masyarakat setempat dengan inisiatif sendiri melakukan gotong royong untuk membangun jembatan alternatif sementara menggunakan bahan seadanya.

Mereka memanfaatkan batang bambu dan material lokal lainnya untuk membuat jalur penyeberangan sementara, agar aktivitas warga dan kendaraan roda dua masih bisa melintas.

Seorang warga Desa Teluk Agung menyampaikan, “Kami tidak bisa menunggu lama dalam kondisi seperti ini. Dengan bahan yang ada, kami bersama-sama membuat jembatan alternatif agar akses tetap terbuka, setidaknya untuk kendaraan roda dua. Namun, kendaraan roda empat belum bisa melewati jembatan ini untuk sementara waktu.”

Menurut warga setempat, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUR) Kabupaten OKU Selatan bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU Selatan telah turun tangan. Mereka melakukan pengalihan aliran Sungai Teriti dengan menurunkan alat berat ke lokasi.

“Langkah ini bertujuan untuk mengarahkan aliran sungai, agar tidak langsung membentur struktur jembatan yang tersisa dan meminimalkan potensi kerusakan lebih lanjut,” ungkapnya.

Proses pengerjaan pengalihan air masih berlangsung secara intensif, untuk memperkuat dan menstabilkan kondisi sekitar jembatan.

Dengan adanya penanganan cepat dari dinas terkait, dengan perbaikan jembatan Teriti bisa segera dilakukan, sehingga akses transportasi antara kedua desa kembali normal dan lancar.

Semoga perbaikan jalan amblas tersebut, akan dilakukan setelah pelaksanaan penanganan sementara ini selesai, agar baik kendaraan roda dua maupun roda empat bisa melintas dengan aman.

“Dukungan dari pemerintah daerah sangat berarti bagi kami,” ungkap salah satu tokoh masyarakat. “Semoga kondisi ini segera pulih sehingga aktivitas ekonomi dan sosial warga tidak terganggu terus menerus.” (*)

Berita Lainnya

Rekomendasi Berita

Politik

Daerah

Kriminal