OKU SELATAN, matapubliknews.id– Kasus pencabulan anak di bawah umur, yang menghebohkan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan terus menjadi sorotan publik. Minggu, 21 September 2025.
Terkait insiden ini, Kepala Desa Banjar Agung, yang sempat dikaitkan, menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki sangkut paut langsung dengan kasus pencabulan tersebut.
Dalam keterangannya kepada awak media, Kepala Desa Banjar Agung mengklarifikasi dan menceritakan kronologi awal keterlibatannya.
Pada pagi hari Jum’at (19/09/2025) sekitar pukul 07:00 WIB, ia didatangi oleh paman korban yang melaporkan bahwa keponakannya telah menjadi korban musibah.
“Keponakan saya sudah hamil akibat perbuatan pencabulan oleh, beberapa pemuda yang tinggal di Desa Banjar Agung itu sendiri,” ujar Kepala Desa menirukan laporan paman korban.
Merespons laporan tersebut, Kepala Desa bersama istrinya segera mendatangi rumah korban untuk menanyakan langsung siapa saja pelaku yang terlibat.
Saat ditanya, korban menyebutkan tiga nama yang telah melakukan perbuatan tersebut. “Sebagai Kepala Desa, saya harus merespons kejadian ini dengan cepat,” tegasnya.
Ia melanjutkan bahwa, tiga hari setelah laporan awal, identitas dua pelaku lainnya terungkap, menjadikan total lima orang yang diduga terlibat dalam pencabulan tersebut. .
Kepala Desa juga, mengungkapkan adanya upaya dari pihak pelaku untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.
Para pelaku sempat mendatangi kediaman Kepala Desa, dan bahkan meminta Kepala Desa untuk datang ke rumah mereka, guna membahas masalah tersebut.
Namun, setibanya saya di sana, tidak ada yang ingin di bahas, belum ada kesimpulan. Kalau mau pulang, ‘pulang saja Pak Kades’,” ucap pihak pelaku.
Kemudian, saya langsung pulang dan tidak ada permasalahan yang harus dibahas terkait kasus tersebut, belum ada kesimpulan dari pihak pelaku. (*)


















