LAMPUNG, matapubliknews.id – Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., dinilai masyarakat sangat serius menunjukan komitmennya “Perang” terhadap kejahatan narkotika.
Hal itu dibuktikan oleh alumni Akpol 1992 yang baru saja tiga bulanan menjabat kapolda Lampung ini, berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas provinsi dengan barang bukti dalam jumlah besar.
Dalam pengungkapan yang dirilis pada 6 Februari 2026 tersebut, disebutkan, petugas berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat 118,6 kilogram, ekstasi sebanyak 4.995 butir, serta 2.860 cartridge liquid yang mengandung zat etomidate, dan delapan tersangka.
Nilai barang bukti mencapai Rp.135 miliar, dan lebih dari 955 ribu jiwa terselamatkan. Ini kasus narkotika terbesar sementara ini untuk tahun 2026 yang di ungkap di tiga bulan kepemimpinannya di Polda Lampung.
Menyusul keberhasilan itu, Organisasi Masyarakat (Ormas) Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Provinsi Lampung, memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Kapolda Lampung beserta jajaran Direktorat Reserse Narkoba.
“Kami mengapresiasi kerja keras Polri dalam hal Polda Lampung. Keberhasilan ini bukan hanya sekadar statistik, melainkan refleksi dari komitmen yang kuat untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkoba,” ujar Ketua LMPI Lampung Alisa Hendra, Sabtu 7 Februari 2026.
Lebih lanjut, Alisa Hendra mengatakan, selain memberikan apresiasi, LMPI juga meminta Polda Lampung untuk terus melakukan upaya berkelanjutan dalam memburu dan memutus mata rantai jaringan besar peredaran narkoba.
Pengungkapan kasus dalam jumlah besar diharapkan menjadi momentum untuk membongkar sindikat daerah, nasional bahkan internasional yang menjadi pemasok utama.
Pengungkapan kasus ini harus menjadi modal untuk melangkah lebih jauh, yaitu melumpuhkan para bandar dan gembong narkoba yang mengendalikan peredaran.
“LMPI Lampung dengan jaringan struktur dari Provinsi hingga kabupaten/kota, akan terus mendukung langkah-langkah strategis Polda Lampung dalam hal ini,” tambahnya.
LMPI sebagai bagian elemen masyarakat, tentu juga memiliki tanggung jawab untuk ikut serta menyelamatkan anak indonesia generaasi penerus bangsa ini dari ancaman bahayanya narkoba.
“Penegak hukum dan kita semua harus terus berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya penindakan, pencegahan, dan kerja sama lintas sektor guna mewujudkan Indonesia bebas narkoba,” Pungkas Alisa Hendra (Azis)


















