BUAYPEMACA–Matapubliknews.id-Penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Buay Pemaca* selama 1 bulan lebih menuai keluhan dari wali murid.
Mereka mengaku terbebani karena harus memberi uang jajan tambahan kepada anak setiap hari sekolah.
BIASANYA KENYANG DI SEKOLAH
Sejumlah wali murid mengatakan, adanya MBG sangat membantu perekonomian keluarga.
“_Biasanya anak tidak dikasih uang jajan juga sudah kenyang di sekolah. Ada MBG kan lumayan, gizinya terjamin,” kata Ibu Melati salah satu wali murid.
“Tapi sejak satu bulan terakhir ini anak saya harus dikasih uang jajan. Kalau tidak dikasih kasihan, pulang sekolah sudah lapar” lanjutnya.
Hal senada juga disampaikan wali murid lainnya. Dengan kondisi ekonomi saat ini, tambahan uang jajan Rp 5.000 – Rp 10.000 per hari cukup memberatkan.
Ketika di konfirmasi kepada Kepala SPPG Desa Srimenanti Kecamatan Buay Pemaca M Rico Andika Saputra,SH .Hal tersebut diungkapkan, “Hal tersebut benar adanya, smp 1 menerima MBG rutin dari 25 feb-31 juli, namun adanya kendala karena permintaan data pm mbg oleh bgn pusat yang diminta oleh pihak sppg kepada sekolah tidak dipenuhi, sehingga pihak sppg memberi teguran kepada sekolah terkait permintaan data. Namun pada hari senin tanggal 3 Agustus 2026 sppg tetap mendistribusikan ke smp 1 dan ditolak oleh PIC dan pihak Sekolah. Hingga sekarang pihak sekolah sudah kami minta buat surat penolakan dan keterangan, namun sampai sekarang tidak ada kejelasan terkait surat resmi tersebut, jelasnya.
DIDUGA DITOLAK KEPSEK
Informasi yang beredar, MBG di SMPN 1 Buay Pemaca berhenti karena ditolak oleh Kepala Sekolah Sopianto.
Hingga berita ini ditulis, pihak Kepsek belum memberikan keterangan resmi.
Sementara itu, ratusan siswa-siswi SMPN 1 Buay Pemaca harus kembali membawa bekal atau jajan dari rumah.
DINAS PENDIDIKAN AKAN KLARIFIKASI
*Kepala Dinas Pendidikan OKU Selatan Handoko menyatakan nanti akan kami konfirmasi ke pihak sekolah. ” Kagek kami konfirmasi dulu ke pihak sekolah,jelasnya melalui Whatshap.
*HARAPAN WALI MURID*
Wali murid berharap MBG segera dipulihkan.
“_Kami titip anak ke sekolah. Tolong pak Kepsek, pak Kadis, diperhatikan lagi. Biar anak-anak bisa makan bergizi gratis lagi seperti dulu_,” harapnya.
Tercatat ada 482 siswa-siswi di SMPN 1 Buay Pemaca yang terdampak. (*)















