Redaksi

Iklan

Sinyal Telkomsel di OKU Selatan Diduga Buruk, Ribuan Warga Mengeluh, Aktivitas Terhambat

OKU SELATAN, matapubliknews.id – Kualitas layanan jaringan seluler PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, kini menjadi sorotan dan keluhan utama ribuan pelanggan.

Selama berbulan-bulan, warga di berbagai Kecamatan dan Desa mengeluhkan dugaan sinyal yang sangat buruk, tidak stabil, lemah, bahkan sering hilang total. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas komunikasi, pelayanan publik, ekonomi, dan pendidikan.

Berdasarkan laporan, masalah ini terjadi hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten OKU Selatan, dari dekat pusat pemerintahan hingga daerah perbatasan dan perbukitan.

Keluhan utama pelanggan meliputi, indikator sinyal penuh tapi tidak bisa akses internet, kecepatan data sangat lambat di bawah standar, panggilan suara sering terputus, serta pesan singkat yang baru tiba berjam-jam kemudian.

“Sudah berbulan-bulan kami menderita. Sinyal sering hilang atau sangat lemah. Kalau mau internet harus naik bukit atau cari tempat terbuka. Kami bayar rutin tiap bulan, tapi pelayanannya tidak sebanding,” ujar Andi, warga Kecamatan Sungai Are dan pelanggan Telkomsel.

Kondisi ini berdampak luas. Pedagang dan pelaku usaha kesulitan transaksi digital, petani dan nelayan sulit dapat info harga pasar dan cuaca, pelajar dan mahasiswa sering gagal mengikuti pembelajaran daring.

Aparat desa dan petugas kesehatan juga mengalami kesulitan koordinasi saat keadaan darurat, karena sulit menghubungi pihak terkait.

Wilayah OKU Selatan memang didominasi perbukitan, hutan lebat, dan pemukiman menyebar, yang menjadi tantangan pengelolaan jaringan. Namun masyarakat menilai kondisi ini tidak bisa dijadikan alasan berlarut-larutnya gangguan.

Selain geografis, warga menduga ada masalah pemeliharaan infrastruktur. Baru-baru ini terjadi kasus perusakan dan pencurian kabel serta peralatan menara pemancar di Desa Rantau Nipis, Kecamatan Banding Agung, yang menyebabkan gangguan komunikasi luas dan kerugian puluhan juta rupiah.

Mereka khawatir kurangnya pengawasan dan pemeliharaan rutin menjadi penyebab utama masalah tersebut terus berulang tanpa penyelesaian.

Banyak pelanggan sudah menyampaikan keluhan melalui layanan pelanggan 188, aplikasi MyTelkomsel, dan media sosial perusahaan, namun belum ada perbaikan berarti. Respon yang diterima hanyalah janji tanpa kepastian waktu perbaikan. (*)

Berita Lainnya

Rekomendasi Berita

Politik

Daerah

Kriminal