Redaksi

Iklan

Kepala Desa Mangkir Saat Dikonfirmasi, Dugaan Penyelewengan Dana BUMDES dan Sengketa Jalan di Tanah Pilih

OKU SELATAN, matapubliknews.id – Awak media turun ke lapangan untuk menggali informasi lebih detail, mengenai realisasi dana BUMDES tahun 2025 di Dusun 3 Tiga Batu Empat, Desa Tanah Pilih, Kecamatan Sungai Are, Kabupaten OKU Selatan.

Kepala Dusun yang enggan disebutkan namanya, saat ditanya mengenai pengelolaan dana BUMDES mengatakan, “Saya kurang tahu karena dana BUMDES dikelola oleh Kepala Desa, bahkan beliau yang membelanjakannya,” jelasnya saat dikonfirmasi pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026 melalui WhatsApp.

Diduga, kelompok BUMDES Desa Tanah Pilih tidak berjalan sesuai arahan pemerintah. Kelompok yang dibentuk hanya bersifat formalitas semata, diduga digunakan untuk melancarkan kepentingan pribadi Kepala Desa.

Untuk apa kelompok BUMDES dibentuk jika kinerjanya masih dikuasai sepenuhnya oleh Kepala Desa? Ketua BUMDES dan anggotanya tidak difungsikan, hanya dijadikan pelengkap bagi Kepala Desa.

Diduga dana BUMDES tahun 2025, hanya terealisasi pada tahap pertama yang dibelanjakan oleh Kepala Desa, sedangkan tahap kedua tidak terealisasi atau kemungkinan diselewengkan secara fiktif.

Selain itu, awak media menelusuri pembangunan jalan setapak atau cor beton di Desa Tanah Pilih. Pembangunan jalan cor beton yang berlangsung sejak 2021 diduga melanggar aturan, karena banyak dibangun di wilayah desa lain.

Misalnya, jalan cor beton yang mengarah ke Desa Pecah Pinggan, Kecamatan Sungai Are, ternyata sebagian berada di wilayah Desa Pecah Pinggan, bukan hanya berdasarkan pengakuan Kepala Dusun 3, tetapi juga hasil pengecekan langsung di lapangan.

Begitu pula pembangunan jalan cor beton menuju Desa Guntung Jaya, yang juga diduga melanggar batas wilayah desa. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah hal ini diperbolehkan oleh pihak Kecamatan, PMD, dan Pemerintah Kabupaten? Kami berharap dinas terkait segera melakukan pengawasan agar kabupaten kita menjadi lebih baik.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa menghindar dengan berbagai alasan dan tidak memberikan keterangan hingga berita ini diterbitkan.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Kami sebagai masyarakat hanya bisa diam, tidak berani mengeluh mengenai apa yang dilakukan Kepala Desa. Kami takut akibatnya jika membuka aib tentang pengelolaan dana desa. Yang kami ingin tahu adalah kejelasan dana BUMDES tahun 2025, kok yang ada hanya beberapa ekor kambing saja.”

Hewan kambing yang diberikan Kepala Desa pada tahun 2025 kepada kepala dusun berjumlah bervariasi. Desa Tanah Pilih memiliki 5 dusun, dan jumlah kambing yang diberikan kepada setiap kepala dusun berbeda-beda, ada yang dapat 8, 9, hingga 10 ekor kambing.

Melihat cara pembagian ini, diduga dana BUMDES tahun 2025 diselewengkan oleh Kepala Desa.

Kami mengimbau aparat penegak hukum (APH) untuk menindaklanjuti temuan ini. Jika dalam penyelidikan ditemukan indikasi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), kami minta agar diproses sesuai hukum. (*)

Berita Lainnya

Rekomendasi Berita

Politik

Daerah

Kriminal