Redaksi

Iklan

Makan Berlebihan Penyebab Murid Mual, Yayasan Jaya Abadi Beri Klarifikasi

OKU ELATAN, matapubliknews.id – Tiga murid dari SMP NU Simpang Serakat, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, dilaporkan mengalami rasa mual setelah menyantap hidangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh Yayasan Jaya Abadi Prakasa, melalui Seksi Pengelolaan Pangan Gratis (SPPG) Srimenanti.

Setelah menerima laporan itu, Ketua SPPG Yayasan Jaya Abadi, H. Junaidi, S.E., bersama Kepala SPPG Yayasan Jaya Abadi Prakasa M. Ricko Andika Saputra, S.H., pengawas gizi Yayasan Jaya Abadi, Ibu Lailawati, Asisten Lapangan Hendri Syahrial, dan Guru Wali Murid segera mengambil tindakan cepat.

Mereka langsung menuju ke lokasi di SMP NU Simpang Serakat, untuk melakukan klarifikasi dan memastikan kebenaran kejadian tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, ketiga murid yang mengalami keluhan dibawa ke Puskesmas Buay Pemaca oleh tim dari Yayasan dan pihak sekolah, guna menjalani pemeriksaan medis.

Hasil pemeriksaan dari tenaga kesehatan Puskesmas menyatakan tidak ditemukan indikasi bahwa, makanan dari program MBG menjadi penyebab mual yang dialami murid-murid tersebut.

Menurut keterangan pihak Yayasan, dua dari tiga murid yang bersangkutan memang tengah dalam kondisi fisik yang kurang prima sebelum mengikuti program makan bergizi. Hal ini turut menjadi faktor penyebab timbulnya rasa tidak nyaman setelah makan.

Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan dan memastikan kondisi ketiga murid membaik, pihak yayasan mengantarkan mereka kembali ke sekolah dalam keadaan sehat.

Tidak hanya itu, pihak SPPG Srimenanti Yayasan Jaya Abadi Prakasa juga secara proaktif mendatangi rumah ketiga murid tersebut, untuk menyampaikan penjelasan secara langsung kepada orang tua atau wali murid terkait insiden tersebut. Hal ini dilakukan agar muncul transparansi, dan pemahaman yang jelas mengenai peristiwa yang terjadi.

Ketua Yayasan Jaya Abadi, H. Junaidi, saat dikonfirmasi awak media menegaskan bahwa mual yang dialami ketiga murid adalah benar adanya, akan tetapi penyebab utamanya bukan berasal dari kualitas atau keberadaan makanan yang disediakan dalam program MBG.

“Biasanya setiap murid mendapatkan satu porsi ompreng dalam program Makan Bergizi Gratis per siswa. Namun pada kejadian ini, murid yang bersangkutan meminta porsi tambahan kepada guru dan akhirnya mengonsumsi lebih dari porsi yang dianjurkan. Kondisi tersebut membuat mereka mengalami muntah-muntah,” jelas H. Junaidi, pada hari Rabu 30 Oktober 2026.

Lebih lanjut Junaidi menambahkan, “Dari hasil evaluasi kami, makanan MBG yang disajikan sangat layak dan sehat, serta telah melalui proses pengawasan gizi oleh tim dari yayasan kami. Masalah yang terjadi ini lebih terkait pada perilaku makan yang berlebihan, bukan dari mutu atau kebersihan makanan.”

Ketua yayasan berpesan kepada PIC sekolah untuk segera melaporkan ke dapur SPPG jika ada masalah, agar klarifikasi dapat dilakukan sebelum isu menjadi viral, sangsi, merugikan pihak dapur, dan lain-lainnya.

Sementara itu, salah satu wali murid yang dihubungi menyampaikan rasa terima kasihnya atas penjelasan transparan yang diberikan oleh pihak yayasan.

Ia mengungkapkan bahwa, penjelasan tersebut membantu memberi pemahaman bahwa insiden tersebut bukan karena kualitas makanan MBG, melainkan karena murid makan melebihi porsi yang disediakan.

“Dengan klarifikasi yang diberikan oleh pihak SPPG Srimenanti Yayasan Jaya Abadi Prakasa, kami jadi paham bahwa sumber masalahnya ada pada porsi makan yang berlebihan. Kami sangat menghargai komunikasi dan perhatian yang diberikan oleh pihak yayasan terhadap murid-murid,” ujar wali murid tersebut. (*)

Berita Lainnya

Rekomendasi Berita

Politik

Daerah

Kriminal